FAIRA

FAIRA
WEEKEND

Kamis, 13 Januari 2011

Memahami Konsep Produksi dan Usaha-Usaha Untuk Menjamin Suatu Mutu Produksi

BAB I

PENDAHULUAN

Perkembangan dunia bisnis di negara kita yang sudah berusia lebih dari 50 tahun ini nampak cukup pesat, khususnya dalam 25 tahun terakhir. Hal ini bisa kita lihat dengan semakin banyaknya pendirian perusahaan oleh para investor dan semakin beragamnya produk yang ditawarkan di pasar oleh para pelaku bisnis. Perkembangan ini cukup menyenangkan bagi kita semua, sebagai konsumen. Mengingat, dengan semakin beragamnya macam dan jenis produk yang ditawarkan memberikan peluang pada kita untuk membeli produk yang sesuai dengan keinginan kita. Tetapi perkembangan yang demikian itu, bisa dirasakan sebagai sebuah beban bagi para pelaku bisnis.

Mereka tidak bisa lagi menjalankan bisnisnya tanpa perencanaan dan perhitungan yang matang, karena semakin bertambahnya pelaku bisnis dalam industri dapat berarti bertambahnya pesaing dan meningkatnya tingkat persaingan. Mereka harus mampu merebut hati pasar sasarannya untuk mencapai volume penjualan tertentu dan mutuagar tetap bertahan atau mengembangkan usahanya dalam industri yang sudah dipilihnya. Dalam kondisi seperti ini kepuasan konsumen mempunyai peranan yang cukup penting bagi perusahaan. Karena secanggih atau sebagus produk yang dihasilkan oleh perusahaan, jika konsumen tidak menyukainya, baik karena terlalu mahal atau terlalu rumit dalam penggunaannya, maka produk tersebut tidak ada artinya. Pada kenyataan lain mungkin saja konsumen enggan membeli merk tertentu karena produknya kurang berkualitas, tetapi mungkin mereka pernah dikecewakan dalam pelayanan pada saat atau pasca pembelian, atau karena merk tersebut hanya tersedia di tempat tertentu saja, atau mungkin saja karena sistem pembayaran yang sangat kaku.

Fenomena ini menunjukkan bahwa untuk memuaskan konsumen bukan merupakan suatu permasalahan yang sederhanatetapi merupakan permasalahan yang komplek yang saling terkait. Oleh karena itu strategi memuaskan konsumen perlu dilakukan secara terencana dan terpadu. Tulisan ini mencoba akan mengurai dan membahas bagaimana sebaiknya menangani permasalahan kepuasan konsumen bagi perusahaan, yang beroperasi dalam industri yang kompetitif.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep Produksi

Konsep produksi merupakan salah satu konsep tertua dalam bisnis. Konsep produksi menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia di banyak tempat dan murah harganya. Manajer organisasi yang berorientasi produksi memusatkan perhatian pada usaha-usaha untuk mencapai efisiensi produksi yang tinggi dan distribusi yang luas.

Asumsi bahwa konsumen terutama tertarik pada kemudahan mendapatkan produk dan harga yang rendah berlaku paling tidak dalam dua situasi. Pertama adalah jika permintaan atas produk melebihi penawaran, seperti yang ada di Negara berkembang. Dalam situsi ini, konsumen lebih tertarik untuk mendapatkan produk daripada keistimewaan produk tersebut, dan pemasok akan memusatkan perhatian pada usaha untuk menigkatkan produksi. Situasi kedua adalah ketika biaya produksi tinggi dan harus diturunkan untuk memperluas pasar.

Beberapa organisasi jasa juga menerapkan konsep produksi. Banyak praktek dokter dan dokter gigi dikelola dengan prinsip lini perakitan, seperti juga beberapa agen pemerintah (seperti kantor tenaga kerja dan biro lisensi). Memang, orientasi manejemen ini dapat manangani banyak kasus perjam, namun konsep ini sering dituding tidak ramah dan memberikan pelayanan yang buruk.

B. Konsep Produk

Konsep produk menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, kinerja dan pelengkap inovatif yang terbaik. Manajer dalam organisasi berorientasi produk memusatkan perhatian mereka pada usaha untuk menghasilkan produk yang unggul dan terus menyempurnakannya.

Berdasarkan konsep ini, manajer mengasumsikan bahwa pembeli menghargai produk yang dibuat dengan baik dan mereka dapat menilai kualitas dan kinerja suatu produk. Perusahaan yang berorientasi produk sering merancang produk mereka dengan sedikit atau tanpa masukan dari pelanggan. Mereka yakin bahwa insinyur mereka tahu bagaimana merancang dan menyempurnakan produk mereka dan bahkan mereka tidak menganalisis produk pesaing.

Konsep produk mengarahkan pada pemasaran, sebagaimana yang telah kita bicarakan pada awal bab ini. Manajemen kereta api berpendapat bahwa pengguna kereta api menginginkan kereta api, bukanlah tranportasi, dan memandang enteng tantangan dari pesawat udara, bus dan mobil. Pabrik mistar geser berpendapat bahwa insinyur menginginkan mister geser, bukan kemampuan menghitung dan memandang enteng tantangan kalkulator saku. Toserba dan kantor pos mengasumsikan bahwa mereka menyediakan produk yang tepat bagi masyarakat dan heran mengapa penjualan mereka tersendat -sendat. Organisasi-organisasi ini terlalu sering melihat ke dalam cermin saat mereka seharusnya melihat keluar jendela.

C. Mutu

Mutu merupakan bagian dari semua fungsi usaha yang lain, seperti pemasaran, sumber daya manusia, keuangan, dan lain-lain. Dalam kenyataannya, penyelidikan mutu adalah suatu penyebab umum yang alamiah untuk mempersatukan fungsi-fungsi usaha.

Terdapat beberapa definisi dan pengertian mutu, beberapa konsep mutu menurut para ahli adalah sebagai berikut yaitu (Gaspersz, 1997) :

a) Juran

Mutu sebagai kecocokan untuk pemakaian (fitness for use). Definisi ini menekankan orientasi pada pemenuhan harapan pelanggan.

b) Shewhart

Konsep bagan kendali (control chart) yang sederhana dan sekarang dikenal dengan

istilah Shewhart chart.

c) Crosby

Kesesuaian dengan kebutuhan yang meliputi availability, delivery, reliability, maintainabilitiy, dan cost effectiveness. Crosby ini dalam mencapai mutu menekankan pentingnya melibatkan setiap orang dalam organisasi proses, dengan jalan menekankan kesesuaian terhadap permintaan atau spesifikasi. Pengertian mutu Crosby kemudian lebih ditekankan pada aspek zero defect.

d) Deming

Mutu harus bertujuan memenuhi kebutuhan pelanggan sekarang dan di masa mendatang. Penekanan utamanya adalah perbaikan dan pengukuran mutu secara terus menerus sehingga dikenal dengan konsep pengendalian mutu statistik (statistical proses control).

Menurut ISO 9000:2000, mutu adalah derajat/tingkat karakteristik yang melekat pada produk yang mencukupi persyaratan atau keinginan. Karakteristik disini berarti hal-hal yang dimiliki produk, antara lain :

1. Karakteristik fisik ( elektrikal, mekanikal, biological) seperti handphone, mobil, rumah, dll.

2. Karakteristik perilaku ( kejujuran, kesopanan ). Ini biasanya produk yang berupa jasa seperti di rumah sakit atau asuransi perbankan.

3. Karakteristik sensori ( bau, rasa ) seperti minuman dan makanan.

Paradigma konsumen tentang mutu itu sendiri tidak pernah sama persis. Sebagai contoh, di Indonesia kualitas suatu produk didasarkan pada merek dan harga. Harga menjadi faktor utama dalam menentukan pembelian suatu produk. Disini kita bisa menganalisis bahwa konsumen Indonesia cenderung lebih mementingkan hasil produk atau output dari suatu proses tanpa memperhatikan pembuatan produk tersebut selama dalam proses produksi sehingga menimbulkan persepsi yang salah terhadap mutu tersebut, sehingga konsumen Indonesia selalu menarik kesimpulan bahwa harga tinggi identik dengan mutu yang tinggi pula.

Padahal sebenarnya harga adalah fungsi dari biaya, marjinal laba dan kekuatan pasar. Barang yang bermutu tinggi adalah barang yang memiliki spesifikasi tinggi, seperti material nomor satu, teknologi yang tinggi, dll. Dan hal-hal tersebut justru yang menyebabkan inefisiensi yang tinggi pula, ini sering terjadi pada produk Amerika Serikat.

Berikut ini ada Tujuh Peranan Mutu (Russel, 1996) yaitu :

• Meningkatkan reputasi perusahaan

• Menurunkan biaya

• Meningkatkan pangsa pasar

• Dampak internasional

• Adanya pertanggungjawaban

• Penampilan produk

• Mewujudkan mutu yang dirasakan penting

Definisi dan perencanaan mutu pada tahap sebelum produksi.

1) Saran terhadap manajemen mengenai kebijakan mutu perusahaan dan penyusunan tujuan-tujuan mutu yang realistis

2) Analisis persyaratan mutu pelanggan dan penyusunan spesifikasi rancangan

3) Tinjau ulang dan evaluasi rancangan produk untuk memperbaiki mutu dan mengurangi biaya mutu

4) Mendefinisikan standar mutu dan menyusun spesifikasi produk

5) Merencanakan pengendalian proses dan menyusun prosedurproseduruntuk menjamin kesesuaian mutu

6) Mengembangkan teknik-teknik pengendalian mutu dan metoda inspeksi termasuk merancang peralatan uji khusus

7) Melaksanakan studi kemampuan proses

Cara sederhana yang digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan, yaitu :

a. Sistem Keluhan dan Saran

Industri yang berwawasan pelanggan akan menyediakan formulir bagi pelanggan untuk melaporkan kesukaan dan keluhannya. Selain itu dapat berupa kotak saran dan telepon pengaduan bagi pelanggan. Alur informassi ini memberikan banyak gagasan baik dan industri dapat bergerak lebih cepat untuk menyelesaikan masalah.

b. Survei Kepuasan Pelanggan

Industri tidak dapat menggunakan tingkat keluhan sebagai ukuran kepuasan pelanggan. Industri yang responsif mengukur kepuasan pelanggan dengan mengadakan survei berkala, yaitu dengan mengirimkan daftar pertanyaan atau menelpon secara acak dari pelanggan untuk mengetahui perasaan mereka terhadap berbagai kinerja industri. Selain itu juga ditanyakan tentang kinerja industri saingannya.

c. Ghost Shopping (Pelanggan Bayangan)

Pelanggan bayangan adalah menyuruh orang berpura-pura menjadi pelanggan dan melaporkan titik-titik kuat maupun titik-titik lemah yang dialami waktu membeli produk dari industri sendiri maupun industri saingannya. Selain itu pelanggan bayangan melaporkan apakah wiraniaga yang menangani produk dari industri.

d. Analisa Pelanggan yang Beralih.

Industri dapat menghubungi pelanggan yang tidak membeli lagi atau berganti pemasok untuk mengetahui penyebabnya (apakah harganya tinggi, pelayanan kurang baik, produknya kurang dapat diandalkan dan seterusnya, sehingga dapat diketahui tingkat kehilangan pelanggan.

D. Manajemen Mutu Total (Total Quality Management)

Manajemen mutu total dapat dilihat sebagai pendekatan utama untuk mendapatkan kepuasan pelanggan dan keuntungan industri. Industri harus memahami bagaimana pelanggannya memandang mutu dan tingkat mutu yang diharapkan pelanggan. Industri harus berusaha menawarkan mutu lebih baik dari pada saingannya. Hal ini melibatkan komitmen manajemen dan karyawan secara total dalam usaha mencapai mutu yang lebih tinggi.

Mutu adalah keseluruhan ciri serta sifat produk yang berpengaruh pada kemampuannya memenuhi kebutuhan yang dinyatakan atau yang tersirat. Definisi ini berpusat pada pelanggan , dimana pelanggan punya kebutuhan dan pengharapan tertentu. Selain itu mutu dapat diartikan jaminan kesetiaan pelanggan, pertahanan terbaik melawan saingan dari luar dan satu-satunya jalan menuju pertumbuhan dan pendapatan yang langgeng.

Custom Research Incorporate (CRI) di Amerika Serikat menggunakan kreteria Baldrige untuk dapat meningkatkan mutu dari suatu produk, yaitu:

· Menjalankan strategi yang berpusat pada membangun hubungan dekat dengan pelanggan.

· Diorganisasi berdasarkan tim antar divisi yang berpusat pada pelanggan

· Mengembangkan proses dan prosedur untuk menyelesaikan pekerjaan dan mengukur hasilnya.

· Bertanya pada pelanggan secara eksplisit apa yang mereka harapkan dari hubungan kemitraan.

· Mencari umpan balik dari pelanggan tentang masing-masing produk maupun hubungan keseluruhan.

· Memperkerjakan orang-orang terbaik dan menananam modal dalam pengembangan diri mereka.

· Tetap fleksibel, gesit, cepat bergerak dan memberi wewenang pada semua untuk “ bertindak saja”

· Bergembira dengan suka ria dan pemberian penghargaan

· Terus membangun mutu

· Tidak pernah puas

Menurut Prof Charlie Chang (1995), untuk menjamin kemampuan suatu industri bertahan (“survive”) dalam era global ini, maka penerapan Manajemen Mutu Total bukan lagi merupakan suatu pilihan, tetapi suatu keharusan. Untuk mengelola manajemen secara baik dan praktis, maka dapat dibagi atas tiga suara, yaitu Voice of Customer, Voice of Employee dan Voice of Process.

a. Voice of Customer, pendekatan manajemen pemasaran klasik dimana “prilaku” pelanggan seringkali sebagai “objek” penelitian, pemasaran, dimanipulasi dan dieksploitasi. Sedangkan manajemen mutu total melihat pelanggan sebagai salah satu “aset” usaha yang terpenting. Bahkan dapat dikatakan bahwa suatu industri ada karena “diperbolehkan ada ” oleh pelanggan, oleh karena itu persaingan usaha adalah dalam kemampuannya mendengarkan “ Voice of Customer” dan mencoba memenuhinya secara lebih baik.

b. Voice Employee. Selaras dengan falsafah mengenai pelanggan. maka manajemen mutu total juga memberikan perhatian yang luar biasa dalam “pemberdayaan” karyawan (empowerment). Dalam hal ini jauh melampaui wewenang, namun juga penghapusan atas “ atasan-bawahan”, keterbukaan atas “rahasia industri” dan mengembangkan setiap karyawan agar dapat bertindak sebagai pengusaha atau presiden direktur. Sehingga manajmen mutu total berlandaskan asas mampaat bisnis, bukan semata-mata “demokratis atau sosialis”. Manajemen mutu total dapat membuktikan bahwa “management Control” yang dikenal sebagai pengendali karyawan dalam rangka pengendali biaya (realized Cost), maka pengelolaan “Voice of employe” adalah “prediktor” yang baik bagi efisiensi industri (future costs).

c. Voice of Process. Setelah kedua “voice” diatas organisasi manajemen mutu total dapat dijamin, maka keduanya perlu diwadahi dalam bentuk proses kerja organisasi yang memadai, atau lebih tepat dapat mengantisipasi masa depannya (future sales – future costs = future profit).

Voice of Process mengintegrasikan potensi-potensi dari pengelolaan kedua vioce diatas kedalam sistem kerja mempunyai tatacara, kinerja, target dan ambisi yang maksimal.

E. Manajemen Mutu Bagi Usaha Kecil Dan Menengah

Tidak dapat dielakkan lagi semenjak dibukanya Perdagangan Bebas Asean Free Trade Agreement/AFTA-China 2010 menimbulkan kekhawatiran di kalangan industri di Indonesia. Terlebih lagi bagi pelaku Usaha Kecil Dan Menengah, UKM menjadi kelompok usaha yang memiliki kekhawatiran yang cukup besar. Kekhawatiran yang cukup beralasan, karena belum di buka saja telah banyak produksi industri rumah tangga buatan Cina merambah pasar Indonesia dengan harga yang sangat murah. Lebih murah dari beberapa produk Usaha kecil dalam negeri. Dengan dibukanya CAFTA tentu akan semakin besar barang-barang Cina memasuki pasar yang selama ini menjadi wilayah Usaha kecil dan menengah. Salah satu jalan untuk Meningkatkan Daya Saing Usaha Kecil Dan Menengah Indonesia adalah dengan meningkatkan mutu produk dan efisiensi produksi dengan penerapan Manajemen Mutu.

Kenyataan tersebut menjadi sebuah ancaman sekaligus tantangan bagi usaha kecil dan menengah. Satu-satunya jalan untuk meningkatkan daya saing produk-produk UKM adalah dengan meningkatkan kualitas dan mutu produk UKM. Tidak semua produk luar negeri yang masuk dan bersaing dengan produk UKM memiliki kualitas yang cukup bagus, banyak produk UKM lokal yang lebih baik mutunya tetapi kalah dalam hal harga. Dalam jangka panjang konsumen akan melihat kualitas barang dibandingkan dengan harga yang murah. Karena itu penting bagi UKM untuk menerapkan Manajemen Mutu yang baik bagi produksinya dan melakukan efisiensi proses produksinya sehingga harga produk lebih murah tetapi memiliki kualitas yang baik, yang implikasi lebih jauh akan lebih dipilih oleh konsumen.

Manajemen mutu bagi perusahaan yang telah berkembang di negara maju dan negara-negara berkembang adalah ISO 9001:2000. Standard ini merupakan sarana untuk mencapai tujuan mutu dalam menerapkan Total Quality Control, yang tujuan akhirnya adalah mencapai efektifitas dan efisiensi suatu organisasi. Standard tersebut meliputi serangkaian prosedur yang mencakup semua proses penting dalam bisnis diantaranya :

  • Adanya pengawasan dalam proses pembuatan untuk memastikan bahwa sistem menghasilkan produk-produk berkualitas.
  • Tersimpannya data dan arsip penting dengan baik.
  • Adanya pemeriksaan barang-barang yang telah diproduksi untuk mencari unit-unit yang rusak, dengan disertai tindakan perbaikan yang benar apabila dibutuhkan.
  • Secara teratur meninjau keefektifan tiap-tiap proses dan sistem kualitas itu sendiri.

F. Manfaat Manajemen Mutu

Pada awalnya penerapa manajemen mutu ini akan “merepotkan” beberapa pihak dalam perusahaan tetapi dalam jangka panjang akan memberi dampak yang positif dan mampu bertahan dalam persaingan di pasar bebas. Dampak yang mudah dirasakan adalah meningkatnya kepuasan pelanggan, sehingga pangsa pasar semakin meningkat. Beberapa manfaat penerapan manajemen mutu adalah sebagai berikut:

  • Mampu membuat sistem kerja dalam organisasi menjadi standard kerja terdukumentasi.
  • Meningkatkan semangat kerja karyawan karena ada kejelasan kerja sehingga meningkatkan efisiensi.
  • Dipahaminya berbagai kebijakan dan prosedur operasi yang berlaku di seluruh organisasi.
  • Meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan pekerjaan.
  • Termonitornya kualitas pelayanan organisasi terhadap mitra kerja.

G. Sertifikasi Mutu

Sertifikasi mutu bagi sebuah oraganisasi termasuk Usaha Kecil Dan Menengah merupakan sebuah bentuk pengakuan dari pihak luar bahwa organisasi tersebut telah menerapkan manajemen mutu yang sangat penting yang menjamin mutu dan kualitas produknya. Proses ini cukup panjang dan memerlukan waktu yang cukup lama. Sertifikasi sendiri esensinya hanyalah implikasi dari sebuah penerapan manajemen mutu yang baik, bukan tujuan penerapan manajemen mutu. Tidak ada gunanya memiliki serifikat standard mutu tertentu jika pernyata kenyatannya tidak memiliki kualitas yang baik. Setifikasi sendiri dilakukan oleh lembaga yang berwenang pada suatu wilayah tertentu.

Pemerintah sendiri telah merencanakan untuk memberikan fasilitas kepada Koperasi, usaha kecil, dan menengah (KUKM) memperoleh sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Pemberian sertifikasi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertujuan agar KUKM lebih kompetitif dalam menghadapi era perdagangan bebas dengan Asean dan Tiongkok (Asean-Tiongkok Free Trade Agreement/AFTA). Fasilitas ini berupa kemudahan dalam proses kemudahan proses pengurusan SNI (Standard Nasional Indonesia), yang meliputi proses pelatihan dan bantuan dari sisi manajemen agar KUKM bisa mencapai standar.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Konsep produk menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, kinerja dan pelengkap inovatif yang terbaik. Manajer dalam organisasi berorientasi produk memusatkan perhatian mereka pada usaha untuk menghasilkan produk yang unggul dan terus menyempurnakannya.

Menurut ISO 9000:2000, mutu adalah derajat/tingkat karakteristik yang melekat pada produk yang mencukupi persyaratan atau keinginan. Karakteristik disini berarti hal-hal yang dimiliki produk, antara lain :

1. Karakteristik fisik ( elektrikal, mekanikal, biological) seperti handphone, mobil, rumah, dll.

2. Karakteristik perilaku ( kejujuran, kesopanan ). Ini biasanya produk yang berupa jasa seperti di rumah sakit atau asuransi perbankan.

3. Karakteristik sensori ( bau, rasa ) seperti minuman dan makanan.

Harga menjadi faktor utama dalam menentukan pembelian suatu produk. Disini kita bisa menganalisis bahwa konsumen Indonesia cenderung lebih mementingkan hasil produk atau output dari suatu proses tanpa memperhatikan pembuatan produk tersebut selama dalam proses produksi sehingga menimbulkan persepsi yang salah terhadap mutu tersebut, sehingga konsumen Indonesia selalu menarik kesimpulan bahwa harga tinggi identik dengan mutu yang tinggi pula.

Padahal sebenarnya harga adalah fungsi dari biaya, marjinal laba dan kekuatan pasar. Barang yang bermutu tinggi adalah barang yang memiliki spesifikasi tinggi, seperti material nomor satu, teknologi yang tinggi, dll.

Tidak dapat dielakkan lagi semenjak dibukanya Perdagangan Bebas Asean Free Trade Agreement/AFTA-China 2010 menimbulkan kekhawatiran di kalangan industri di Indonesia. Terlebih lagi bagi pelaku Usaha Kecil Dan Menengah, UKM menjadi kelompok usaha yang memiliki kekhawatiran yang cukup besar. Kekhawatiran yang cukup beralasan, karena belum di buka saja telah banyak produksi industri rumah tangga buatan Cina merambah pasar Indonesia dengan harga yang sangat murah. Lebih murah dari beberapa produk Usaha kecil dalam negeri. Dengan dibukanya CAFTA tentu akan semakin besar barang-barang Cina memasuki pasar yang selama ini menjadi wilayah Usaha kecil dan menengah. Salah satu jalan untuk Meningkatkan Daya Saing Usaha Kecil Dan Menengah Indonesia adalah dengan meningkatkan mutu produk dan efisiensi produksi dengan penerapan Manajemen Mutu.

Kenyataan tersebut menjadi sebuah ancaman sekaligus tantangan bagi usaha kecil dan menengah. Satu-satunya jalan untuk meningkatkan daya saing produk-produk UKM adalah dengan meningkatkan kualitas dan mutu produk UKM.

B. Saran

Sertifikasi mutu bagi sebuah oraganisasi termasuk Usaha Kecil Dan Menengah merupakan sebuah bentuk pengakuan dari pihak luar bahwa organisasi tersebut telah menerapkan manajemen mutu yang sangat penting yang menjamin mutu dan kualitas produknya. Proses ini cukup panjang dan memerlukan waktu yang cukup lama. Sertifikasi sendiri esensinya hanyalah implikasi dari sebuah penerapan manajemen mutu yang baik, bukan tujuan penerapan manajemen mutu. Tidak ada gunanya memiliki serifikat standard mutu tertentu jika pernyata kenyatannya tidak memiliki kualitas yang baik. Setifikasi sendiri dilakukan oleh lembaga yang berwenang pada suatu wilayah tertentu.

DAFTAR PUSTAKA

http://amafidell.dagdigdug.com/2009/11/12/strategi-pemasaran-dan-pengendalian-mutu-produk/

Kamis, 13 Mei 2010

Cabang-cabang Olahraga


posting by Faisal.
13/05/2010

A. ATLETIK

Atletik merupakan olahraga yang paling tua, karena sejak manusia melakukan aktivitasnya sudah melakukan gerakan-gerakan atletik seperti: berjalan, berlari, melompat dan melempar.

Seperti kita tahu bahwa atletik terbagi atas :

Ø Lari

Ø Lompat

Ø Tolak

I. Lari jarak jauh

Lari jarak jauh adalah semua perlombaan lari dimana semua peserta berlari dengan kecepatan penuh yang menempuh jarak 100 m, 200 m dan 400 m.

Teknik lari jarak jauh

Teknik lari jarak jauh adalah sebagai berikut:

³ Gerakkan kaki dan pengangkat lutut lebih lambat dan lebih rendah lagi dari pada

lari jarak menegah.

³ Ayunan tangannya hanya mengimbangi gerakan kaki.

³ Posisi badan sama halnya dengan pada waktu jalan-jalan.

³ Pada waktu lari mulai dari tumit mengelinding ke ujung kaki. Jadi, hampir sama

pada waktu kita jalan.

³ Start yang di gunakan adalah start berdiri.

³ Pengaturan tenagah perlu di prhatikan. Jadi, lari jarak jauh harus mempunyai daya

tahan tubuh yang kuat

II. Lompat jauh

Tujuan dari lompat jauh adalah untuk mencapai jarak lompatan yang sejauh-jauhnya.

Tehnik dasar yang harus di kuasai oleh para pelompat ,adalah sebagai berikut:

Ø Cara mengambil awalan atau ancang-ancang

Ø Cara melaksanakan tolakan

Ø Cara membawa sikap badan di udara

Ø Cara melaksanakan sikap jatuh atau mendarat

Macam-macam gaya lompat jauh:

Dalam lompat jauh ada tiga macam gaya yang umum di gunakan oleh para pelompat.

Ø Lompat jauh gaya jongkok (Tuck)

Ø Lompat jauh gaya menggantung atau melenting (Hang Styls)

Ø Lompat jauh gaya jalan di udarah (walking in the air)

Ketiga gaya tersebut di atas mempunyai tujuan yang sama,yaitu untuk mencapai jarak

lompat yang sejauh-jauhuya.

III. Tolak peluru

Tolak peluru adalah gerakan menolakkan peluru dengan satu tangan untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya.

A. Alat dan bahan

Peluru terbuat dari besi,baja atau kuningan yang bentuknya merupakan bola

Beratnya: Untuk putri : -remaja : 3Kg

-dewasa : 4Kg

Untuk putra : -remaja : 6,25Kg

-dewasa : 7,25Kg

B. Lapangan

Lapangan tolak peluru berbentuk juring lingkaran dimana peluru di tolakkan dari tempat awalan berbentuk sebuah lingkaran.

Arah tolakan yang syah adalah jika peluru jatuh di daerah arah sektor juring lingkaran,jika peluru jatuh di luar arah sektor tersebut dinyatakan batal atau tidak syah.

Lingkaran awalan tolak peluru berukuran:

ã Garis tengah : 2,135m

ã Balok tolakan : 1,2m

ã Tinggi balok tolakan : 10cm

ã Sudut tolakan : 40o


2,135m 40o

*Gambar lapangan tolak peluru*

C.Teknik tolak peluru

Unsur tehnik tolak peluru terdiri atas:

a. Cara memegang peluru

Cara memegang peluru yaitu peluru diletakkan pada pangkal jari-jari di telapak tangan dengan jari-jari terbuka.

b. Awalan dengan meluncur

Gaya membelakang adalah suatu cara melakukan gerakan menolak,di mana mulai dari sikap permulaan sampai dengan bergerak ke depan untuk menolakkan peluru,keadaan badan membelakangi arah tolakan.

c. Teknik menolak peluru

Tujuan gerakan menolak peluru adalah untuk menggerakkan kekuatan tubuh sebesar mungkin agar dapat memberikan kecepatan pada peluru.

d. Gerakan lanjutan dan sikap akhir setelah menolakkan peluru

Setelah menolak peluru,tubuh atlet akan terdorong ke depan.

B. BELA DIRI (Pencak silat)

A. PENGERTIAN PENCAK SILAT

1. Hakikat Pencak Silat

Pencak silat adalah seni beladiri asli Indonesia, yang telah berumur berabad-abad. Kata “pencak” sendiri dapat diartikan khusus, begitu pula dengan “silat”. “Pencak” artinya gerak dasar bela diri yang terikat pada peraturan dan digunakan dalam belajar, sedangkan “silat” diartikan sebagai gerak beladiri yang sempurna, yang bersumber pada kerohanian yang suci murni, guna keselamatan diri atau kesejahteraan bersama, menghindarkan diri/manusia dari bala bencana (perampok, penyakit dan segala sesuatu yang jahat atau merugikan masyarakat). Kesimpulannya pencak silat adalah hasil budaya masyarakat Indonesia untuk membela dan mempertahankan eksistensi (kemandirian) terhadap lingkungan hidup dan alam sekitarnya. Peranan pencak silat adlah sebagai prasarana dan sarana untuk membuat manusia seutuhnya yang pancasilais, sehat, kuat, tangkas, tenang, sabar, bersifat ksatria, dan percaya pada diri sendiri.

2. Aliran-Aliran Pencak Silat

Menurut Donn F. Draeger dan Robert W. Smith dalam bukunya Asian Fighting Arts, nama-nama aliran pencak silat di Indonesia adalah sebagai berikut :

1.) Sumatra : Pauh, Strelak, dan Kumango

2.) Jawa Barat : Tjimande, Tjikalong, Tjianjur, Mustika Kwitangdan Tjingkrik

3.) Jawa Tengah : Setia Hati, Perisau Sakti dan Tapak Sutji

4.) Jawa Timur : Perisai Diri

5.) Madura : Pamur

6.) Bali : Bhakti Negara dan Tridharma.

B. TEKNIK DASAR PENCAK SILAT

1. Sikap Dasar Pencak Silat

a. Sikap berdiri

Sikap berdiri pada pencak silat secara garis besar ada tiga sikap, antara lain:

1.) Sikap berdiri tegak

2.) Sikap berdiri kangkang

3.) Sikap berdiribkuda-kuda

b. Sikap jongkok

Sikap jongkok ada dua macam, yaitu:

1.) Sikap jongkok mencangkung

2.) Sikap jengkeng

c. Sikap duduk

Sikap duduk meliputi sikap duduk pada umumnya dan sikap duduk sebagai dasr permainan bawah. Untuk permainan bawah ada lima sikap, yaitu:

(1) duduk,

(2) sila,

(3) simpuh,

(4) sempok/depok dan

(5) trapsial/mengorak sila.

d. Sikap berbaring

Sifat berbaring mempunyai fungsi untuk dasar menjatuhkan diri dan sikap pembelaan. Sikap berbaring terdiri dari tiga bentuk, yaitu:

(1) berbaring telentang,

(2) berbaring miring dan

(3) berbaring telungkup.

2. Teknik Dasar Serangan (Tangan)

1.) Teknik serangan lawan

Serangan lengan dibagi menjadi:

Serangan tangan

Serangan siku

2.) Teknik serangan tungkai

Teknik serangan dengan menggunakan tungkai sebagai berikut:

  • Teknik serangan kaki
  • Teknik serangan lutut

a. Hindaran

Hindaran adalah suatu usaha pembelaan dengan cara memindahkan bagian-bagian badan yang menjadi sasaran serangan, dengan melangkah atau memindahkan kaki.Bentuk-bentuk hindaran sebagai berikut:

  • Hindar hadap yaitu menghindar dengan memindahkan kaki, sehingga posisi tubuh menghadap lawan.
  • Hindar sisi, menghindar dengan memindahkan kaki, sehingga posisi tubuh menyamping lawan.
  • Hindar angkat kaki, menghindar dengan cara mengangkat kaki.
  • Hindar kaki silang, menghindar dengan cara memindahkan kaki secara menyilang.

b. Elakan

Elakan adalah usaha pembelaan yang dilakukan dengan sikap kaki yang tidak berpindah tempat atau kembali ke tempat semula. Elakan terdiri dari:

  • Elakan bawah
  • Elakan atas
  • Elakan samping
  • Elakan belakang lurus atau berputar dalam posisi kuda-kuda depan.

c. Tangkisan

Tangkisan adalah usaha pembelaan dengan cara mengadakan kontak langsung dengan serangan. Kontak langsung itu bertujuan: mengalihkan serangan dari lintasannya dan membendung atau menahan serangan, jika terpaksa. Tangkisan terdiri dari:

1.) Tangkisan satu lengan

a.) Tangkisan luar, dari dalam keluar

b.) Tangkisan dalam, dari luar ke dalam

c.) Tangkisan atas, dari bawah ke atas

d.) Tangkisan bawah, dari atas ke bawah

2.) Tangkisan siku

a.) Tangkisan siku dalam

b.) Tangkisan siku luar

3.) Tangkisan dua lengan

Terdiri atas:

ü Sejajar dua tangan/lengan atas

ü Belah tinggi/rendah

ü Silang tinggi/rendah

ü Buang samping

4.) Tangkisan kaki

Terdiri atas:

ü Tangkisan kaki tertutup samping

ü Tangkisan kaki tutup depan

ü Tangkisan kaki tutup buang luar

ü Tangkisan kaki busur luar/dalam.

C. SENAM LANTAI

Senam lantai merupakan ketangkasan atau senam artistik yang di lakukan diatas lantai dengan beralaskan matras di dalam gedung atau bangsal senam.

1. Melakukan gerakan guling

Latihan mengguling

1. Mengguling ke depan satu kali

Latihan di lakukan dengan cara :

Ambil sikap jongkok kemudian letakkan kedua telapak tangan di atas matras sebagai tumpuan.

Angkat panggul keatas sehingga kedua kaki lurus.

Masukkan kepala di atas kedua tangan.

Setelah posisi panggul ke depan sehingga pundak mengenai matras.

Gerakan mengguling di mulai dari pundak punggung,pinggang dan panggul bagian belakang yang kena matras.

Pada waktu mengguling kedua kaki dan lutut secepatnya di lipat dan tumit rapat.

Bersamaan dengan lutut di lipat kedua tangan cepat memeluk lutut.

Akhiri dengan sikap jongkok,dan kedua tangan lurus sejajar dengan bahu.

2. Mengguling kebelakang satu kali

Latihan di lakukan dengan cara :

Ambil sikap jongkok kemudian membelakangi matras dengan kedua tumit di angkat.

Kedua telapak tangan menghadap ke atas dengan ibu jari menempel di samping telinga.

Tundukkan kepala sampai dagu merapat ke dada.

Jatuhkan badan ke belakang ,menyusul panggul,pinggang,punggung dan terakhir pundak,bersamaan dengan lutut di tarik ke belakang.

Pada waktu jari kaki menyentuh matras di belakang kepala,segera ke dua siku lengan di luruskan ke depan.

Dengan sikap badan jongkok ,kedua lengan di luruskan ke depan dan di akhiri dengan sikap berdiri.

2. Melakukan gerakan kayang

Yang di sebut dengan gerakan kayang adalah suatu bentuk sikap badan “telentang” yang membusur,bertumpu pada kedua tangan dan kedua kaki dengan siku- siku dan lutut lurus.

Tujuan dari gerakan kayang bagi tubuh kita adalah:

· Mempunyai kelenturan otot perut,punggung dan paha.

· Kelenturan persendian bahu,ruas-ruas tulang belakang dan persendian panggul.

· Kekuatan lengan,bahu untuk menompang.

Latihan gerakan kayang dari sikap berbarig.

Tehnik melakukannya:

· Berbaring telentang dengan kedua tangan di sisi telinga.

· Siku keatas dan telapak tangan ke lantai

· Kedua lutut di bengkokkan dengan tumit hampir mendekati pinggul.

· Jarak kedua kaki dua kali selebar bahu.

· Tolak kedua tangan hingga posisi badan membentuk sikap kayang.

· Lakukan berulang-ulang.

3. Melakukan sikap lilin.

Sikap lilin adalah sikap yang dibuat dari sikap semula tidur telentang,kemudian mengangkat kedua kaki (rapat) keadaan lurus denagan kedua tangan menompang pinggang.

Latihan sikap lilin

Sikap permulaan : tidur telentang,kedua kaki rapat dan kedua tangan di sisi badan.

Gerakan : angkat kedua kaki (lutut lurus dan rapat) hingga kedua ujung kaki menyentuh lantai di atas kepala dan pinggang ditopang

dengan kedua tangan.

Tujuan : melatih memindakan berat badan di atas tengkuk.

4. Berdiri dengan kepala.

Berdiri dengan kepala atau Headstand ialah sikap-sikap tegak dengan bertumpuan pada kepala dan di topang oleh kedua tangan (bagian kepala yang bertumpu: dahi).berdiri dengan kepala ini,merupaka salah satu bentuk latihan keseimbangan.pelaksanaan berdiri dengan kepala yaitu:

a) Sikap permulaan membungkuk bertumpu pada dahi dan tangan yang membentuk segitiga sama sisi.

b) Punggung tegak lurus,tungkai rapat dan lurus ,jari-jari kaki pada lantai.

c) Angkat tungkai ke atas satu persatu atau bersama-sama.

d) Panggul ke depan dan punggung membusur,agar badan tidak mengguling ke depan.

e) Sikap berdiri tegak,tungkai rapat dan lurus ke atas.

Latihan berdiri dengan kepala

Sikap permulaan : jongkok.buatlah segitiga sama sisi di lantai,panjang sisi ±

sepanjang lengan bawah.

Gerakan : letekkan tangan dan dahi pada titik tolak panggul degan

meluruskan lutut dan kaki (dengan lutut lurus) maju setapak demi

setapak atau berlahan-lahan.

5. Berdiri dengan kedua tangan.

Berdiri dengan kedua tangan adalah sikap tegak dengan siku-siku lurus,kedua kaki lurus rapat dan ke atas lurus segaris dengan tumpuan tangan.

Latihan berdiri dengan kedua tangan

Sikap permulaan : merangkak,bertumpu dua tangan,panggul tinggi,satu kaki di

depan, lutut agak di tekuk.kaki yang lain lurus dengan tolakan.

Gerakan : kaki depan,lempar kaki belakang lurus ke atas hingga tegak lurus

di atas kepala. kaki yang satu tetap di bawah sekalipun terangkat

dari lantai.

D. SENAM IRAMA

A. Pengertian Senam Irama

Senam irama atau disebut juga senam ritmik adalah gerakan senam yang dilakukan dalam irama musik, atau latihan bebas yang dilakukansecara berirama.Alat yang sering digunakan adalah gada, simpai, tongkat, bola, pita, dan lain-lain.

Menurut perkembangannya senam irama terdapat 3 aliran, yaitu:

  1. Senam irama yang berasal dari seni sandiwara
  2. Senam irama yang berasal dari seni musik
  3. Senam irama yang berasal dari seni tari.

1. Senam Irama Menggunakan alat tali

Bahan alat senam irama menggunakan tali yang biasa digunakan adalah tali dari sutra, serat manila, nylon atau bahan lain yang garis tengahnya tidak lebih dari setengah inchi.Biasanya sekitar 10-12 kaki panjangnya. Panjang tali ini penting untuk dapat diayun dari pergelangan tangan dengan teknik yang benar.

Sebelum melakukan latihan senam irama dengan menggunakan tali, terlebih dahulu harus melakukan peregangan dengan tali. Latihan peregangan dengan sebagai berikut:

a.) Meregangkan ke belakang kepala

b.) Meregangkan ke samping

c.) Putar badan

d.) Meregang tungkai

e.) Sit-ups

f.) Duduk V dengan tali

g.) Meregang punggung atas

h.) Meregang pinggang

i.) Dislokasi bahu

2. Bentuk-bentuk latihan irama menggunakan tali

a.) Latihan mengayun tali

Cara melakukan latihan mengayun sebagai berikut:

· Melingkar ke samping

· Melingkar di atas kepala

· Melingkar bawah dengan lompatan

· Tali melingkar dan berubah posisi

· Ayunan horizontal

· Melingkar dan berayun ke samping

· Melingkar badan

· Putar, tali diayun mendatar

E. RENAG GAYA BEBAS

A. Sekilas tentang renag

Dalam masa prasejara seseorang belajar renag disebabkan tiga hal yaitu:

ã Untuk keperluan ekonomi

ã Untuk kesenagan

ã Untuk penyelamatan diri dari bahaya

Pada awal abad 18 dinegara jerman dan austria sudah ada kolam renag. Tahun 1846 timbulah perkumpulan-perkumpulan renag di negeri belanda. Tahun 1904 kolam renag yang pertama didirikan di Indonesia yaitu: kolam renang cihampeles bandung.

Tahun 1908 di dirikan perserikatan renag seluruh dunia yaitu saat di lagsungkan olympiade di London. Nama perserikatan itu ialah “federation international de nation amateur” yang di singkat dengan FINA.

Pada tahun 1917 di Indonesia di dirikan perserikatan renag dengan nama: bandung’se Zwembond. Pada tanggal 24 maret 1951 terbentuklah persatuan perenag seluruh Indonesia yang di singkat dengan PBSI. Dan pada tahun 1956 PBSI dirubah menjadi “PRSI” (Persatuan Renag Seluruh Indonesia).

B. Berikut ini beberapa tehnik berenag

Ö Tehnik meluncur

Cara melakukan tehnik meluncur yaitu:

o Berdiri di pinggir kolam.

o Salah satu kaki di tekukan pada lutut hingga telapak kakinya menempel pada pinggiran

kolam.

o Kedua tangan,siku di lipat rapat di samping kolam.

o Pada waktu akan meluncur:

- badan di bungkukkan.

- kepala di tundukkan.

- tolakkan kaki pada pinggiran kolam dengan kuat dan bersamaan dengan itu;kedua tangan,kaki di luruskan ke depan,sehigga badan kita meluncur di atas air.

Ö Tehnik bernapas.

Pada saat berenag seorang atlet mengambil napas dengan meggunakan mulut bukan melalui hidung. Hal itu di lakukan karena jika mengambil napas melalui hidung, kemungkinan terpercik air masuk ke dalam hidung yang akan mengganggu konsentrasi dan gerakan berenag.

Pengambilan napas dapat di lakukan dengan ke kanan atau ke kiri tergantung dari kebiasaan masing-masing perenag.

C. lomba dan peraturan perlombaan.

Setiap perlombaan renang secara resmi harus mengikuti peraturan yang di tetapkan “federation international de nation amateur” (FINA). agar dapat memperoleh pengesahan dari badan atau organisasi renag internasional (FINA) dalam perlombaan resmi internasional maupun nasional maka kolam renag tersebut harus sesuai dengan persyaratan berikut:

  1. Panjang kolam 50 meter
  2. Lebar kolam 25 meter
  3. Kedalaman air minimum 2,0 meter untuk prlombaan
  4. Dinding harus pertikal dan sejajar
  5. Banyaknya lintasan adalah 8 lintasan dan harus ada tali yang memisahkan lintasan
  6. Lebar lintasan 2,5 meter dangan dua bagian 2,5meter di kedua sisi lintasan 1 dan 8
  7. Suhu air berkisar antara 23-25oC
  8. Tempat starat tidak boleh licin dan kemiringan tidak lebih dari 10 derajat
  9. Garis-garis tanda lintasan dapat d buat dari dasar kolam untuk memberi petunjuk kepada renag.

F. PENJELAJAHAN DI PANTAI ATAU DI SUGAI.

Penjelajahan adalah suatu perjalanan kaki yang diikuti dengan permainan atau petualangan. Bila perjalanan itu menempuh jarak yang lebih jauh lagi, malah mungkin ditambah dengan alat transportasi lain seperti: sepeda,perahu atau menumpang kendaraan, disebut perjalanan pengembaraan.

a. Penjelajahan mengikuti kecil aliran sungai

Sungai memberikan kesenangan yang tidak kunjung habis pada saat mengikuti alirannya dengan berjalan kaki di tepinya. Sediakan buku catatan harian yang akan diisi penjelajahan. Pengisian setiap harinya dilaksanakan oleh anggota tim berdua atau bertiga.

b. Penjelajahan sungai dengan berakit

Karena sarana yang akan digunakan adalah rakit, yaitu bambu yang dijajar diikat, maka sungai yang dipilih bukanlah sungai besar, berarus deras, atau terusan (irigrasi) buatan, melainkan sungai yang sedang besarnya.

G. PENYELAMATAN DI ALAM BEBAS

1. Berlindung pada saat udara/cuaca buruk

Angin ribut disertai halilintar sering menyambar benda sasaran tertentu bila penghujan tiba. Bila anda terperangkap di lapangan terbuka jauh terpisah dari perlindungan alam, dan halilintar menyambar-nyambar, segera anda berbaring dengantanah.

2. Peralatan pertolongan (Survival)

Peralatan survival sebaiknya dibawa dan menjadi tanggung jaewab ketua satuan dalam tas tahan air yang ringan dengan tali pengikat yang dapat ditarik (kantung penutup teodolit/alat pengukur tanah, yang biasaa dipakai dilapangan saat hujan.

3. Peraturan Survival

Peralatan pokok untuk survival antara lain:

  1. Tidak panik, pikirkan situasi dengan seksama, buat rencana dan tetap tinggal di situ
  2. Kumpulkan dan pelihara energi, makanan, dan air, agar nudah mengatur penggunaanya
  3. Bila bencana terjadi di daerah dingin atau di musim salju, usahakan agar badan tetap hangat, pergunakan apa pun agar hangat.